
bisnis.com
13 Februari 2017
Oleh: Samdysara Saragih
http://koran.bisnis.com/read/20170213/452/628224/pebisnis-fokus-lokal
EKSPANSI SAWIT KE LUAR NEGERI
Pebisnis Fokus Lokal
JAKARTA — Grup Sinar Mas, melalui Golden Agri Resources Ltd., tetap membuka peluang untuk menggarap perkebunan kelapa sawit di Liberia seluas 220.000 hektare sebagai alternatif jika kesempatan pembukaan lahan di Indonesia kian mengecil.
Direktur Pelaksana Sinar Mas Gandi Sulistiyanto mengatakan, investasi di Liberia masih terkendala dengan stabilitas keamanan dan sosial di negara Afrika Barat itu. Padahal, pemerintah Liberia berulangkali meminta kesediaan Sinar Mas untuk menanamkan modalnya di bisnis kelapa sawit.
“Menterinya sering datang bolak-balik ke sini. Mereka sangat berharap banyak karena kemiskinan di sana tinggi padahal sudah lama merdeka,” ujarnya, pekan lalu. Kendati Liberia memberi karpet merah, Gandi mengatakan, rencana ekspansi bisnis kelapa sawit Sinar Mas masih memprioritaskan dalam negeri. Saat ini, GAR telah mengusahakan konsesi seluas 500.000 ha di Tanah Air dalam bentuk perkebunan inti dan plasma.
Untuk itu, tambah Gandi, Sinar Mas berharap agar pemerintah tetap membuka peluang ekstensifi kasi perkebunan kelapa sawit. Jangan sampai pemerintah terpengaruh kampanye hitam dari luar negeri sehingga justru menerbitkan peraturan yang tidak mendukung pebisnis lokal. “Kalau di negeri sendiri masih bisa dikembangkan kenapa mesti ke luar? Kecuali kalau di dalam negeri sudah tidak mungkin, apa boleh buat,” ucapnya.
GAR sudah mulai berinvestasi di Liberia melalui Golden Veroleum Inc. (GVL) yang dimilikinya melalui perusahaan ekuitas swasta The Verdant Fund LP. Dalam laporan keuangan GAR disebutkan pada 2015 luas lahan yang dikembangkan GVL seluas 12.300 ha. Selain Sinar Mas, Liberia juga menawarkan lahan perkebunan kelapa sawit kepada Sime Darby Berhad. Lewat Sime Darby Plantation (Liberia) Inc., perusahaan asal Malaysia itu sudah menanami 10.518 lahan dari jatah konsesi 220.000 ha. Satu pabrik minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) telah dibangun di sana.
TAWARAN KOLOMBIA
Di samping Liberia, Pemerintah Kolombia juga membuka keran investasi kelapa sawit untuk Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Kolombia Priyo Iswanto menyebutkan, lahan yang ditawarkan negara Amerika Selatan itu seluas 100.000 ha. Namun, belum ada perusahaan Indonesia yang menyatakan ketertarikannya secara resmi. “Tetapi pebisnis kita meminta yang penting lahannya jangan terpencar-pencar. Lagipula, apakah 100.000 ha itu cukup?” katanya di tempat yang sama.
Kolombia merupakan produsen CPO terbesar keempat di dunia. Pada 2015, luas perkebunan di sana mencapai 465.985 ha di mana 378.000 ha sudah berproduksi dan menghasilkan 1,272 juta ton CPO. Kolombia, kata Priyo, memiliki keinginan besar untuk mengembangan kelapa sawit. Negara yang dilalui Garis Khatulistiwa itu sangat cocok untuk komoditas tersebut dan bukan mustahil suatu saat akan menjadi kompetitor Indonesia.
“Walaupun sekarang dari sisi produksi memang jauh di bawah kita.” Gandi Sulistiyanto tidak terkejut dengan tawaran Kolombia karena permintaan serupa juga datang dari beberapa negara lain. Namun, dia mengisyaratkan Sinar Mas belum berencana untuk menyambut tawaran itu. “Silahkan saja kalau perusahaan lain tertarik. Kita bersaing bukan dengan pengusaha Indonesia sendiri, tetapi dengan internasional,” ujarny
Editor : Mia Chitra Dinisari
Sempat Disetop, Kasus penggelapan Minyak Sawit Siap Disidangkan
Kamis, 02 Maret 2017
Tidak Dihadiri Dirut, Dewan Batalkan Hearing dengan Eampat Perusahaan Sawit
Kamis, 02 Maret 2017